LENSA.TODAY, -(POLITIK)- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menerbitkan surat diskresi tertanggal 19 November 2025 untuk memberikan persetujuan pencalonan kembali Hendra Hemeto sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo.
Surat tersebut ditandatangani langsung Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Mohammad Sarmuji, sehingga menjadi dasar legal bagi Hendra Hemeto mengikuti seluruh tahapan pemilihan ketua periode berikutnya.

Rolli Hippy, Salah satu Kader Partai Golkar mengungkapkan bahwa diskresi ini merupakan langkah strategis DPP guna memastikan stabilitas organisasi di daerah. Menurutnya, Golkar pusat melihat perlunya kesinambungan kepemimpinan agar konsolidasi partai tidak terhambat menjelang agenda-agenda politik besar.
“Diskresi ini bukan keputusan tiba-tiba. DPP sudah memantau perkembangan di daerah, dan mereka menilai Hendra Hemeto masih figur yang paling siap memimpin. Semua dilakukan demi menjaga soliditas partai di Kabupaten Gorontalo,” ujarnya. Kamis (27/11/2025).
Dirinya juga menjelaskan bahwa DPP sering kali menggunakan diskresi untuk menetapkan calon ketua di daerah, terutama ketika situasi internal membutuhkan kepemimpinan yang sudah terbukti. Dalam beberapa kasus, DPP menilai pengalaman dan rekam jejak lebih penting daripada membuka kompetisi yang berpotensi memecah dukungan kader.
“Ini bukan pertama kali DPP mengeluarkan diskresi. Dalam banyak situasi, diskresi justru menjadi alat untuk menjaga harmonisasi dan kesinambungan program organisasi,” lanjutnya.
Tak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa prestasi Hendra Hemeto selama dua periode menjadi salah satu alasan kuat DPP kembali menjatuhkan pilihan kepadanya. Di bawah kepemimpinan Hendra Hemeto, Golkar Kabupaten Gorontalo dianggap menunjukkan kinerja politik yang signifikan.
“Dua periode ini Golkar kuat, struktur berjalan, dan kita punya posisi strategis. Jabatan Wakil Bupati dan Ketua DPRD itu bukan capaian kecil. DPP sangat mempertimbangkan itu,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan posisi politik strategis tersebut menjadi bukti bahwa Hendra Hemeto mampu menjaga kekuatan Golkar di Kabupaten Gorontalo.
Dirinya juga menjelaskan bahwa diskresi ini merupakan sinyal kuat dari DPP bahwa mereka masih menaruh kepercayaan besar kepada Hendra Hemeto sebagai figur pemersatu.
“Dengan adanya diskresi, pesan DPP jelas. Mereka masih menginginkan Pak Hendra memimpin, karena dianggap paling mampu menjaga stabilitas dan arah politik partai di daerah,” katanya.
Dengan dikantonginya surat diskresi, Hendra Hemeto kini memiliki legitimasi penuh untuk kembali maju dalam proses pemilihan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo untuk periode ketiga. Dukungan dari pusat akan berpengaruh besar terhadap dinamika internal selama proses pemilihan berlangsung.
“Diskresi ini bukan hanya dokumen administratif, tapi sinyal arah dukungan. Tentu ini sangat menentukan peta pertarungan di internal,” pungkasnya. (Arb)









