LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Kantor BLU UPBU Djalaluddin Gorontalo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem keamanan penerbangan melalui penyelenggaraan Rapat Komite Keamanan Bandar Udara ke-3 Tahun 2025, dengan mengusung tema “Meningkatkan Koordinasi, Memperkuat Aksi”. Kamis (11/12/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel El-Madinah, Gorontalo tersebut menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperdalam koordinasi, menyatukan persepsi, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi ancaman keamanan di lingkungan Bandara Djalaluddin.
Rapat menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII, Inspektur Keamanan Penerbangan, serta perwakilan Satuan Brimob Polda Gorontalo.
Sementara itu, kehadiran peserta mencerminkan luasnya lingkup kolaborasi keamanan penerbangan. Selain unsur pemerintah daerah, intelijen, TNI, Polri, lembaga layanan kesehatan, AirNav, dan pemerintah desa sekitar bandara, daftar instansi turut diperluas dengan melibatkan operator penerbangan, ground handling, serta pengelola gudang kargo sebagai bagian penting dari rantai operasional bandara.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor UPBU Djalaluddin Gorontalo Joko Harjani menegaskan bahwa rapat ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian penting dari upaya terpadu menjaga integritas dan ketahanan sistem keamanan penerbangan.
“Keamanan penerbangan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Rapat Komite Keamanan Bandar Udara ini, kita memperkuat komunikasi, menyatukan langkah, dan memastikan seluruh mekanisme keamanan berjalan sesuai standar. Sinergi lintas sektor menjadi kunci, karena tantangan keamanan dewasa ini berkembang semakin kompleks,” ujar Joko.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan rapat ini berlandaskan regulasi terbaru, yakni PM 9 Tahun 2024 tentang Keamanan Penerbangan Nasional, KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, serta PR 13 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Komite Keamanan Bandar Udara. Ketiga regulasi tersebut menjadi pedoman utama dalam penyelarasan prosedur keamanan di seluruh unit layanan dan mitra operasional.
Joko Harjani juga menekankan pentingnya membangun budaya keamanan di seluruh lini operasional.
“Kami berharap seluruh anggota komite dapat menjaga kolaborasi ini secara konsisten. Kesiapsiagaan, kecepatan respons, dan ketepatan prosedur adalah fondasi utama pelayanan penerbangan yang aman dan terpercaya. Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan Bandara Djalaluddin menjadi ruang yang aman bagi masyarakat dan pengguna jasa,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, UPBU Djalaluddin Gorontalo berharap terwujud langkah konkret dalam memperkuat sistem keamanan, meliputi peningkatan koordinasi, penguatan mitigasi risiko, hingga penataan mekanisme respons cepat terhadap kondisi darurat.
“Rapat Komite Keamanan Bandar Udara ke-3 Tahun 2025 sekaligus menegaskan bahwa keamanan penerbangan bukan hanya kewajiban satu institusi, melainkan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan sinergi berkelanjutan dari seluruh unsur terkait,” pungkasnya. (Arb)









