LENSA.TODAY, -(POLITIK)- Kontestasi pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo memasuki babak yang semakin menarik. Empat figur dengan latar belakang politik yang kuat kini bersaing untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di DPD II Golkar Kabgor, masing-masing menawarkan kapasitas, pengalaman, dan dukungan internal yang berbeda.
Mereka adalah Hendra Hemeto, Zulfikar Usira, Wilvon Malahika, dan Iskandar Mangopa. Empat sosok yang dikenal luas di lingkungan kader beringin.

Hendra Hemeto, Ketua DPD II Golkar saat ini sekaligus mantan Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo, kembali mencuat sebagai kandidat terkuat. Pengalaman panjang dan posisi strukturalnya dianggap menjadi modal besar untuk melanjutkan kepemimpinan lima tahun ke depan. Apalagi, keluarnya diskresi dari DPP Partai Golkar kepada dirinya menambah bobot dukungan yang tidak bisa disepelekan. Diskresi itu membuat publik dan kader semakin sulit menebak arah keputusan di tingkat daerah.

Sementara itu, Zulfikar Usira tampil sebagai representasi kader muda Golkar. Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo ini dinilai sebagai sosok energik dengan kemampuan konsolidasi yang kuat di internal fraksi. Dukungan terhadapnya datang dari kelompok yang menginginkan penyegaran sekaligus regenerasi di tubuh Golkar kabupaten.

Di sisi lain, Wilvon Malahika menjadi satu-satunya politisi perempuan yang turut bertarung. Ketua Fraksi Golkar di DPRD ini dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh kuat, terutama di basis konstituen perempuan. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam dinamika perebutan pucuk pimpinan Golkar Kabgor.

Tak ketinggalan, Iskandar Mangopa, kader senior yang sudah empat periode duduk di DPRD Kabupaten Gorontalo, juga ikut memperebutkan kursi ketua. Pengalamannya sebagai Wakil Ketua bidang Pemenangan Pemilu DPD II Golkar menjadikan Iskandar Mangopa sebagai figur berpengalaman yang memahami struktur dan dinamika internal partai.
Di tengah persaingan empat figur tersebut, perhatian publik kini tertuju pada 25 pemilik suara yang akan menentukan arah Golkar Kabupaten Gorontalo lima tahun mendatang. Mereka menjadi kunci penentu siapa yang nantinya dipercaya memimpin partai beringin di tingkat kabupaten.
Meski masing-masing kandidat memiliki kelebihan dan basis dukungan tersendiri, hingga kini belum ada tanda-tanda pasti kemana suara mayoritas kader akan mengalir. Situasi itu membuat pertarungan semakin menarik dan penuh teka-teki.
Publik dan kader partai Pohon Beringin kini hanya bisa menunggu bagaimana dinamika menjelang pemilihan berlangsung. Satu hal yang pasti, keputusan 25 pemilih itu akan menentukan masa depan Golkar Kabupaten Gorontalo untuk periode lima tahun ke depan. (Arb)









