LENSA.TODAY, -(BANGKA TENGAH)- Kawasan Bundaran Ikan telah dipadati ratusan warga. Langit Koba yang masih diselimuti cahaya lembut pagi menjadi saksi antusiasme masyarakat menyambut operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersama Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Jumat (27/02/2026).
Antrean panjang mengular, memperlihatkan betapa besar harapan masyarakat terhadap kegiatan ini. Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok di bulan suci Ramadan dan Hari Raya, pasar murah menjadi angin segar bagi warga yang ingin memenuhi kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau.
Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Abvianto Syaifulloh, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dan aparat penegak hukum terhadap kondisi masyarakat.
“Operasi pasar ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi bulan Ramadan dan menjelang hari raya. Kami melihat langsung bagaimana antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Bahkan sebelum kegiatan dimulai, warga sudah ramai datang dan menunggu,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan kejaksaan tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan manfaat sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah, sehingga beban pengeluaran rumah tangga bisa sedikit berkurang. Ini adalah bentuk kepedulian dan sinergi bersama untuk kesejahteraan masyarakat Bangka Tengah,” tambahnya.
Tak hanya menyediakan beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga di bawah pasar, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga tampak bergantian memanfaatkan fasilitas tersebut setelah berbelanja.
“Yang istimewa, selain bahan pokok murah, pemerintah daerah juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis. Jadi masyarakat tidak hanya terbantu dari sisi ekonomi, tetapi juga kesehatannya. Intinya kami ingin benar-benar hadir dan memberi manfaat,” tegasnya.
Di tengah riuhnya aktivitas jual beli dan wajah-wajah penuh harap, operasi pasar murah ini bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi simbol nyata kolaborasi dan kepedulian, menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat di saat kebutuhan hidup kian meningkat. (Arb)









