Oleh: Dr. Abvianto Syaifulloh, SH., MH., Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel
Perayaan Hari Buruh setiap 1 Mei bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penanda penting dalam perjalanan panjang perjuangan kaum pekerja. Momentum ini mengingatkan kita bahwa di balik roda pembangunan yang terus berputar, terdapat kontribusi besar para buruh yang menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial.
Dalam konteks kekinian, tantangan yang dihadapi para pekerja tidak lagi sederhana. Transformasi ekonomi, digitalisasi, serta dinamika global telah mengubah lanskap ketenagakerjaan secara signifikan. Di satu sisi, peluang terbuka lebar, namun di sisi lain, muncul pula persoalan baru seperti ketidakpastian kerja, perlindungan hukum yang belum optimal, serta praktik-praktik yang berpotensi merugikan hak-hak pekerja.
Di sinilah peran negara menjadi sangat krusial. Penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan harus hadir untuk memastikan bahwa setiap pekerja memperoleh haknya secara layak. Tidak boleh ada ruang bagi penyimpangan yang mengabaikan prinsip keadilan, termasuk dalam aspek pengupahan, jaminan sosial, maupun keselamatan kerja. Hukum harus menjadi instrumen yang melindungi, bukan sekadar formalitas yang mudah diabaikan.
Sebagai bagian dari aparat penegak hukum, kita memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mengawal setiap kebijakan dan praktik ketenagakerjaan agar tetap berada dalam koridor hukum. Pendekatan represif tentu diperlukan terhadap pelanggaran, namun lebih dari itu, upaya preventif melalui edukasi dan pengawasan juga menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kerja yang sehat dan berkeadilan.
Momentum Hari Buruh juga seharusnya menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja perlu membangun komunikasi yang konstruktif dan saling menghargai. Hubungan industrial yang harmonis hanya dapat terwujud jika setiap pihak memiliki komitmen yang sama terhadap keadilan dan kesejahteraan.
Pada akhirnya, peringatan Hari Buruh adalah tentang menjaga martabat kerja. Bahwa setiap tenaga yang dicurahkan, setiap waktu yang didedikasikan, memiliki nilai yang harus dihormati. Dengan semangat itu, kita berharap masa depan ketenagakerjaan di Indonesia akan semakin inklusif, berkeadilan, dan mampu memberikan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh pekerja.
Selamat Hari Buruh. Semoga momentum ini menjadi penguat komitmen kita bersama dalam menegakkan keadilan dan memuliakan kerja.







