LENSA.TODAY, -(KABGOR)- Gorontalo menorehkan sejarah baru dalam pelayanan publik. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo meluncurkan PELAJARI (Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor di Kejaksaan Negeri Gorontalo), sebuah terobosan inovatif yang menghadirkan kemudahan luar biasa bagi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
Peresmian yang berlangsung khidmat di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Riyono, S.H., M.Hum. Hadir pula jajaran Kejaksaan Tinggi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, perwakilan pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat, menegaskan dukungan lintas lembaga bagi inovasi yang mengubah wajah pelayanan publik di Gorontalo.
Di balik lahirnya PELAJARI, terdapat visi dan keteguhan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Dr. Abvianto Syaifulloh, S.H., M.H., yang menjadi arsitek inovasi ini.
“Kami melihat masyarakat masih harus menghadapi proses panjang dan berbelit dalam membayar pajak kendaraan. Dengan PELAJARI, semuanya menjadi cepat, mudah, dan transparan. Ini bukan sekadar layanan, tetapi bentuk keadilan yang berpihak pada rakyat,” ujar Dr. Abvianto, dengan nada penuh keyakinan.
Langkah bersejarah ini mendapat apresiasi langsung dari Komisaris dan Direksi PT Jasa Raharja, yang menilai PELAJARI sebagai model kolaborasi sempurna antara aparat penegak hukum dan lembaga publik.
“Peresmian PELAJARI oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo adalah pengakuan luar biasa bahwa inovasi Kejari Gorontalo kini menjadi contoh nasional,” tambah Dr. Abvianto.
Selain mempermudah masyarakat, PELAJARI juga memastikan kepatuhan kendaraan dinas pemerintah daerah, sehingga setiap rupiah pajak masuk langsung ke kas daerah untuk pembangunan.
“Program ini menegaskan bahwa pajak bukan beban, melainkan kontribusi untuk masa depan daerah, sekaligus menegaskan wajah baru Kejaksaan sebagai institusi progresif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tukasnya.
Dengan hadirnya PELAJARI, Gorontalo mencatat sejarah pertama di Indonesia, sebuah gebrakan inovatif yang bukan hanya memudahkan rakyat, tetapi juga menjadi inspirasi nasional bagi transformasi pelayanan publik digital. (Arb)











