LENSA.TODAY, -(KABGOR)- Suasana penuh antusias dan semangat kompetisi mewarnai pelaksanaan Open Turnamen Domino Seri I Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Gorontalo. Ajang ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan sebuah momentum penting dalam perjalanan olahraga domino yang sekaligus menjadi gerbang awal seleksi atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) I.
Sejak awal kegiatan, denyut persaingan terasa kuat. Para peserta yang datang dari berbagai gardu menunjukkan kemampuan terbaik mereka, menyuguhkan pertandingan yang tidak hanya mengandalkan strategi, tetapi juga ketenangan, kecermatan, dan kekompakan antar pasangan. Setiap putaran menjadi saksi bagaimana permainan domino kini telah bertransformasi menjadi olahraga yang sarat nilai sportivitas.
Dalam momen penuh kebanggaan tersebut, Ketua ORADO Kabupaten Gorontalo, Sarjon Adarani, S.Pd., tampil memberikan sambutan yang sarat makna. Dengan nada penuh keyakinan, ia menyampaikan apresiasi kepada para juara yang telah menorehkan prestasi gemilang.
“Selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan kualitas terbaiknya. Ini bukan hanya kemenangan dalam sebuah turnamen, tetapi juga langkah awal menuju panggung yang lebih besar,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar ucapan selamat, Sarjon juga menyuarakan harapan besar yang menyentuh akar persoalan yang selama ini melekat pada permainan domino. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pecinta domino, untuk bersama-sama mengubah cara pandang yang selama ini keliru.
“Dulu, domino kerap dipandang sebelah mata dan identik dengan praktik perjudian. Namun hari ini, kita berdiri di titik perubahan. Ini adalah tugas kita bersama untuk membuktikan bahwa domino adalah olahraga resmi, olahraga yang menjunjung tinggi kecerdasan, strategi, dan sportivitas,” tegasnya, disambut tepuk tangan para peserta.
Puncak kompetisi pun melahirkan para juara terbaik. Pasangan Agus Yunus dan Saipul Yunus dari Gardu Menara Limutu berhasil keluar sebagai Juara I setelah melalui pertandingan sengit yang menguras konsentrasi. Di posisi Juara II, pasangan Anton Ali dan Supriadi dari Patung Berdoa tampil tak kalah impresif. Sementara itu, Adhys dan Ratno dari Gardu TFTT mengamankan posisi Juara III, disusul oleh Roni Dali dan Wisnu Umar dari Gardu Idola yang menempati Juara IV.
Setiap kemenangan yang diraih bukan hanya soal angka dan peringkat, melainkan simbol dari dedikasi, latihan, serta semangat juang yang tidak kenal lelah. Mereka kini menjadi wajah-wajah harapan yang akan membawa nama daerah ke level nasional.
Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Gorontalo, Rahmat Mohammad, yang hadir mewakili pemerintah daerah. Dalam penutupannya, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan olahraga domino sebagai bagian dari potensi prestasi daerah.
Turnamen ini telah menorehkan jejak penting bahwa dari sebuah permainan yang dahulu dipandang sebelah mata, kini lahir semangat baru untuk menjadikannya sebagai olahraga yang membanggakan.
“Di tanah Gorontalo, domino tak lagi sekadar permainan. Ia telah menjelma menjadi simbol perubahan, persatuan, dan harapan menuju prestasi yang lebih tinggi,” pungkas Kadis PTSP Kabupaten Gorontalo, Rahmat Mohammad. (Arb)








