LENSA.TODAY, -(BREAKING NEWS)- Situasi di kawasan Simpang Lima, perbatasan antara Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, memanas pada Senin, 25 Mei 2026. Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi Gorontalo bersama para sopir kontainer melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes terhadap persoalan energi yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total. Sejumlah kendaraan besar jenis kontainer diparkir melintang di badan jalan, menutup akses utama penghubung Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Akibatnya, antrean kendaraan mengular panjang dari dua arah.
Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan para sopir kontainer tampak membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan energi yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Dalam orasinya, para demonstran menegaskan bahwa aksi blokade dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah. Mereka mengaku sudah berulang kali menyuarakan aspirasi, namun hingga kini belum ada solusi nyata di lapangan.
“Kami tidak ingin hanya diberi janji. Rakyat dan sopir menjadi korban. Jika tuntutan kami tidak didengar, maka aksi akan terus berlanjut,” teriak salah satu orator di tengah kerumunan massa.
Suasana di lokasi sempat tegang ketika sejumlah pengendara mencoba menerobos blokade. Aparat kepolisian dan personel keamanan terlihat berjaga ketat untuk mengantisipasi bentrokan serta mengatur situasi agar tetap kondusif.
Hingga berita ini diterbitkan, massa aksi masih bertahan di lokasi dan akses jalan utama Simpang Lima masih mengalami penutupan total. Pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan panjang. (Arb)







