LENSA.TODAY, LIMBOTO – Menanggapi berbagai sorotan terkait belum difungsikannya Gedung Cytotoxic di RSUD MM Dunda Limboto, pihak rumah sakit memberikan penjelasan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Layanan Prioritas KJSU-KIA yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam penguatan layanan kanker di daerah.
Sebagaimana pres rilis yang disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD MM Dunda Limboto, dr. Jeinfer Rivian Lastyorini, menjelaskan bahwa pembangunan layanan kanker tersebut memang dirancang untuk dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan roadmap dan kebijakan Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, tahap pertama berupa pembangunan Gedung Cytotoxic telah direalisasikan pada tahun 2025 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikelola oleh rumah sakit. Setelah pembangunan fisik selesai, tahapan berikutnya adalah pengadaan alat kesehatan yang direncanakan pada tahun 2026 melalui Kementerian Kesehatan melalui skema penganggaran SIHREN.
“Untuk pengadaan alat kesehatan saat ini masih dalam proses persiapan distribusi oleh Kementerian Kesehatan,” ujar dr. Jeinfer Rivian Lastyorini. Kamis, (9/7/2026).
Selain pemenuhan sarana dan prasarana, operasional layanan kanker juga memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten. Karena itu, pihak rumah sakit saat ini masih mengusulkan kebutuhan dokter spesialis onkologi kepada PPSDM Kementerian Kesehatan.
“Sementara untuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, sejumlah pelatihan telah dan terus dilaksanakan, termasuk pelatihan bagi tenaga apoteker yang berkaitan dengan pelayanan Cytotoxic,” ucapnya.
Lebih lanjut, dr. Jeinfer mengungkapkan bahwa saat ini Kementerian Kesehatan tengah melakukan asesmen terhadap berbagai aspek kesiapan layanan, mulai dari kondisi gedung, distribusi alat kesehatan hingga pemenuhan sumber daya manusia kesehatan.
“Saat ini sementara dilakukan asesmen oleh Kementerian Kesehatan terkait kesiapan gedung, distribusi alat kesehatan dan pemenuhan SDMK. Adapun terkait pemenuhan kekurangan maupun kelengkapan terhadap persiapan layanan kanker ini diupayakan dapat dipenuhi pada tahun ini,” jelasnya.
Dengan masih berlangsungnya proses asesmen dan pemenuhan berbagai komponen pendukung tersebut, operasional Gedung Cytotoxic belum dapat dijalankan secara penuh.
“Pihak rumah sakit menegaskan bahwa gedung tersebut merupakan bagian dari program nasional yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan dukungan pemerintah pusat,” pungkasnya. (Arb)







