LENSA.TODAY, -(KABGOR)- Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk semakin memperkuat komitmen dalam melindungi hak-hak anak. Bertepatan dengan momentum tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, Anton Abdullah, menyerukan pentingnya pengawasan ketat terhadap dugaan praktik eksploitasi anak yang masih terjadi di Kabupaten Gorontalo.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Boliyohuto Cs itu menegaskan bahwa Hari Anak Nasional tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan harus menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan, perlindungan, kasih sayang, serta tumbuh dan berkembang tanpa tekanan pekerjaan yang dapat menghambat masa depannya.
“Momentum Hari Anak Nasional harus menjadi refleksi bagi kita semua. Jangan sampai masih ada anak-anak di Kabupaten Gorontalo yang kehilangan masa kecilnya karena harus bekerja atau menjadi korban eksploitasi. Mereka harus dilindungi, bukan dimanfaatkan,” tegas Anton Abdullah kepada LENSA.TODAY, Kamis, (23/7/2026).
Anton meminta Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap tempat-tempat usaha maupun aktivitas ekonomi yang diduga mempekerjakan anak di bawah umur.
Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah desa, sekolah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Ia menilai, persoalan pekerja anak tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut masa depan sumber daya manusia Kabupaten Gorontalo. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan angka putus sekolah, kemiskinan antargenerasi, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
“Anak-anak adalah investasi terbesar daerah ini. Jangan karena persoalan ekonomi, mereka kehilangan hak untuk belajar, bermain, dan meraih cita-cita. Pemerintah harus hadir memberikan solusi bagi keluarga yang membutuhkan agar anak-anak tidak menjadi korban eksploitasi,” ujarnya.
Anton juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menutup mata apabila menemukan dugaan eksploitasi anak. Menurutnya, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Di Hari Anak Nasional ini, mari kita berkomitmen menciptakan Kabupaten Gorontalo yang ramah anak. Tidak boleh ada lagi anak-anak yang hak-haknya dirampas. Mereka adalah masa depan daerah yang wajib kita jaga bersama,” pungkasnya. (Arb)








