LENSA.TODAY -(JAKARTA)- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terpaksa menghentikan sementara aktivitas operasional penerbangan pada Minggu (6/9/2026), menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penutupan tersebut membuat sejumlah penumpang tertahan di Terminal 3. Sejak pagi, area konter check-in tampak dipadati calon penumpang yang masih menunggu kepastian mengenai keberangkatan mereka.
Sekitar pukul 07.00 WIB, kursi tunggu di Terminal 3 terlihat penuh. Sebagian penumpang bahkan terpaksa duduk di lantai sambil menunggu informasi terbaru dari pihak bandara maupun maskapai.
Antrean di sejumlah konter check-in juga masih terlihat. Pengumuman melalui pengeras suara terus mengimbau penumpang agar tetap tenang dan menunggu perkembangan operasional bandara.
“Aktivitas operasional penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara. Para penumpang diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi lebih lanjut terkait perkembangan penerbangan,” demikian pengumuman yang terdengar di Terminal 3.
Salah seorang penumpang tujuan Kuala Lumpur, Malaysia, Indah (24), mengaku penerbangannya ikut terdampak akibat penutupan bandara.
Pesawat yang hendak ditumpanginya dijadwalkan berangkat sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, penerbangan tersebut disebut telah dibatalkan.
Indah mengaku masih menunggu kepastian mengenai nasib penerbangannya.
“Belum. Masih ngambang. Cuma nggak tahulah ini kan tadi aku membaca operasional ditutup. Nunggu 09.30 kali gitu doang,” ujarnya.
Berdasarkan rilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26.
Keputusan tersebut diambil setelah hasil paper test pada pukul 00.35–01.05 WIB menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pemeriksaan lanjutan oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05–06.35 WIB juga masih menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta.
Kondisi tersebut membuat penutupan operasional bandara diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB berdasarkan NOTAM Nomor A3344/26.
Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 05.30 WIB, tercatat 209 pergerakan penerbangan terdampak akibat penutupan wilayah udara tersebut.
Sementara itu, pihak bandara memastikan seluruh pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) berada dalam kondisi aman.
Sebanyak 170 pesawat berada di area apron, dengan rincian :
– Terminal 1: 66 pesawat
– Terminal 2: 51 pesawat
– Terminal 3: 49 pesawat
– Kargo: 4 pesawat
Situasi ini membuat para penumpang harus menunggu kepastian lebih lanjut terkait jadwal penerbangan mereka.
Otoritas penerbangan bersama pengelola bandara dan maskapai terus melakukan pemantauan terhadap kondisi abu vulkanik serta perkembangan operasional penerbangan.
Bagi para penumpang, kepastian menjadi hal yang paling ditunggu: apakah penerbangan dapat kembali beroperasi setelah pukul 09.30 WIB atau justru penutupan harus diperpanjang apabila kondisi udara belum dinyatakan aman. (***)







