LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilaksanakan dilapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo menjadi momentum untuk memperteguh komitmen prajurit dalam menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi seluruh kekayaan Nusantara.
Sebagaimana Amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, S.I.P., Kasdam XIII/Merdeka, menekankan pentingnya menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian bagi seluruh prajurit dan ASN TNI.

Dalam amanat tersebut, Panglima TNI menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI di mana pun bertugas atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Panglima menegaskan bahwa tingginya kepercayaan rakyat kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah diberikan. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi kehormatan dan amanah yang harus terus dijaga.
Sejalan dengan itu, negara terus memperkuat TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI serta modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan.
Namun, semakin kuat dan modern kemampuan TNI, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul.
Karena itu, penguatan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme sesuai bidang tugas masing-masing. Seluruh sumber daya yang dipercayakan kepada TNI harus digunakan secara optimal dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
Panglima TNI juga mengingatkan bahwa lingkungan strategis terus mengalami perubahan. Ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara, ancaman terhadap keutuhan wilayah, serta tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Menghadapi dinamika tersebut, TNI diminta tetap kokoh pada jati dirinya dan memiliki arah pengabdian yang jelas.
Peringatan HUT ke-81 TNI diharapkan menjadi tonggak untuk memperteguh tekad dalam menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menekankan lima nilai utama yang menjadi bagian dari budaya pengabdian prajurit, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Profesional, prajurit dituntut menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing, memelihara kemampuan melalui latihan yang sungguh-sungguh dan realistis, meningkatkan kompetensi, serta melaksanakan tugas dengan taat hukum dan penuh integritas.
Responsif, prajurit harus peka terhadap perubahan di lingkungan tugas, mampu mengenali potensi ancaman sejak dini, serta bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan.
Integratif, TNI harus membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju, berdaulat, adil, dan makmur.
Modern, prajurit harus menguasai alat peralatan pertahanan dan keamanan serta teknologi yang menjadi tanggung jawabnya, menggunakannya secara optimal dan terintegrasi, serta terus meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan daya tangkal dan daya tempur yang nyata.
Sementara Adaptif, setiap penugasan dan pengalaman harus dijadikan bahan pembelajaran. Prajurit didorong untuk terus mengembangkan inovasi serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan, dan kemampuan dengan perkembangan ancaman yang ada.
Kelima penekanan tersebut diminta dilaksanakan secara konsisten sehingga PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
Kegiatan peringatan HUT ke-81 TNI di Gorontalo turut dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Gorontalo, Polda Gorontalo, Kabinda, serta seluruh unsur TNI dari matra Darat, Laut, dan Udara.
Peringatan tersebut menjadi bagian dari refleksi sekaligus peneguhan kembali komitmen TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, dengan berpegang pada jati diri TNI serta nilai PRIMA sebagai budaya dalam pelaksanaan tugas. (Arb)








