LENSA.TODAY, -(GORUT)- Turnamen Bercahaya Cup yang digelar di Lapangan Tariono, Gorontalo Utara, diwarnai insiden yang memicu kekecewaan keluarga salah satu pemain Kecamatan Tolinggula.
Insiden tersebut terjadi saat pertandingan Tolinggula vs Tomilito. Berdasarkan keterangan perwakilan keluarga, Aleksandro Robot, salah satu pemain Tolinggula diduga menjadi sasaran tindakan kekerasan setelah terjadi kericuhan di tengah pertandingan.
Aleksandro menyebut, pemain Tolinggula diduga mendapat perlakuan kasar dari pemain Tomilito yang kemudian diikuti oleh sejumlah pendukung. Ia mengecam keras tindakan tersebut dan menilai persoalan dalam pertandingan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme pertandingan, bukan dengan kekerasan.
“Kami mengecam keras tindakan tersebut. Ini bukan lagi soal menang atau kalah, tetapi sudah menyangkut keselamatan pemain,” tegas Aleksandro. Rabu, (30/09/2026).
Menurut Aleksandro, panitia pelaksana memiliki tanggung jawab untuk memastikan pertandingan berlangsung aman dan tertib. Karena itu, pihak keluarga mempertanyakan sistem pengamanan yang diterapkan dalam turnamen tersebut.
Ia juga mendesak panitia dan perangkat pertandingan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap insiden tersebut serta menjatuhkan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap regulasi turnamen.
Tak hanya itu, Aleksandro meminta agar kemungkinan diskualifikasi terhadap tim Kecamatan Tomilito dipertimbangkan apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran berat.
Sorotan keluarga juga diarahkan kepada panitia pelaksana Bercahaya Cup. Aleksandro mempertanyakan bagaimana sebuah pertandingan dapat berujung pada dugaan kekerasan terhadap pemain tanpa adanya pengamanan yang mampu mencegah atau menghentikan kericuhan dengan cepat.
Menurutnya, keselamatan pemain seharusnya menjadi bagian utama dalam penyelenggaraan turnamen.
“Kami meminta panitia bertanggung jawab. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai hal biasa dalam pertandingan sepak bola,” ujarnya.
Pihak keluarga, kata Aleksandro, tidak ingin insiden serupa kembali terjadi terhadap pemain lain.
Karena itu, keluarga disebut tengah mempertimbangkan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum agar dugaan kekerasan dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau tidak ada penyelesaian yang jelas, kami akan mempertimbangkan langkah hukum. Kami ingin kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (*)







