Akmal Yusuf : Ini Bukan Kemenangan Individu, Ini Kemenangan Warga Buluri
LENSA.TODAY, -(SULTENG)- Setelah hampir dua tahun diliputi polemik dan dinamika internal yang tak kunjung usai, akhirnya titik terang menyinari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Buluri. Sebuah babak baru resmi dimulai pada Jumat, 9 Januari 2026, ketika proses pemilihan Ketua LPM digelar di Kantor Wali Kota Palu, menandai berakhirnya konflik panjang yang menguras energi sosial masyarakat.
Momentum bersejarah itu terjadi setelah Wali Kota Palu, Hadiyanto Rasyid, turun tangan langsung dengan mengambil alih prosesi pemilihan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan memastikan demokrasi lokal berjalan sesuai koridor hukum.
Pemilihan dipimpin oleh Sekretaris Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, dan dihadiri secara lengkap oleh seluruh elemen kelurahan: RT, RW, Lembaga Adat, Karang Taruna, PKK, hingga Steering Committee dan Organizing Committee. Suasana sidang berlangsung tegang namun tertib, mencerminkan betapa pentingnya momen tersebut bagi masa depan Buluri.
Dua nama mencuat sebagai kandidat utama yakni Takbir, SH dan Megawati. Perdebatan berlangsung alot, dinamika tak terhindarkan, bahkan salah satu calon, Syafrudin, memilih walk out sebagai ekspresi sikap politiknya. Namun, proses tetap berlanjut hingga akhirnya suara mayoritas menentukan arah.
Hasilnya, Takbir, SH secara sah terpilih sebagai Ketua LPM Kelurahan Buluri dengan perolehan 10 suara, unggul atas Megawati yang meraih 3 suara.
Lurah Buluri, Akmal Yusuf, SH., MH., menegaskan bahwa hasil ini tidak boleh dimaknai sebagai kemenangan personal.
“Hari ini tidak ada yang kalah, dan tidak ada yang menang. Yang ada hanyalah kemenangan masyarakat Buluri. Saatnya kita menutup lembaran lama, kembali merajut kebersamaan, dan membangun Buluri dengan semangat persatuan,” ujar Akmal kepada Lensa.today.
Dengan nada penuh harap, Akmal juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Palu atas peran aktifnya dalam meredam konflik dan mengawal proses demokrasi hingga tuntas.
“Atas nama masyarakat Buluri, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Palu atas arahan, petunjuk, dan bimbingannya. Semoga LPM ke depan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Wali Kota Palu Nomor 53 Tahun 2023 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan,” tambahnya.
Di sisi lain, Ilham, warga Buluri sekaligus Ketua RT, menilai dinamika yang terjadi justru memperlihatkan kedewasaan berdemokrasi di tingkat akar rumput.
“Perbedaan sikap adalah hal yang wajar. Bahkan walk out pun adalah ekspresi demokrasi. Yang terpenting, keputusan sudah diambil, dan kini tugas kita adalah mengawal LPM agar bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Takbir, SH, Ketua LPM terpilih, menyampaikan pidato yang sarat refleksi dan komitmen. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukanlah sesuatu yang asing baginya.
“Saya tumbuh dan ditempa di LPM Buluri. Dari anggota, wakil ketua, hingga hari ini dipercaya sebagai ketua. Ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral,” tutur Takbir.
Di hadapan Pemerintah Kota Palu, ia menegaskan kesiapan LPM Buluri untuk kembali berdiri tegak sebagai lembaga yang kredibel dan berintegritas.
“Insya Allah, amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, kami pertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Allah SWT. Mari kita pulang ke Buluri, kita jaga, kita rawat, dan kita bangun bersama. Buluri hanya akan maju jika seluruh warganya bersatu,” tutupnya. (Arb)








