LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Di tengah momentum pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Gorontalo masa bakti 2026–2029, perhatian tertuju pada sosok dr. Irawan Huntoyungo yang mendapat kepercayaan strategis dalam struktur organisasi.
Bukan tanpa alasan, kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) menjadi sorotan tersendiri. Di balik posisi tersebut tersimpan tanggung jawab besar yang akan menghidupkan denyut organisasi dari dalam, merapikan struktur yang menjadi tulang punggung, serta menyiapkan generasi penerus yang akan menentukan arah masa depan olahraga menembak di Gorontalo.
Figur dr. Irawan bukanlah nama baru dalam dunia organisasi dan pengabdian. Di luar perannya sebagai dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, ia telah lama dikenal sebagai sosok yang terbiasa memikul tanggung jawab kepemimpinan. Ia pernah berdiri di garis depan sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Gorontalo, mengayomi dan menggerakkan komunitas medis. Tak berhenti di situ, kiprahnya juga tercatat dalam dunia olahraga sebagai mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gorontalo, sebuah posisi yang menuntut visi, integritas, dan kemampuan merajut sinergi lintas cabang olahraga.
Selain mengemban amanah di Perbakin, dr. Irawan juga menjabat sebagai Ketua PB SPENDUGO, mempertegas kapasitasnya sebagai organisator yang aktif dan konsisten membangun jejaring serta pembinaan.
Penunjukan dirinya sebagai Ketua Bidang OKK seakan menjadi titik temu dari seluruh pengalaman panjang tersebut. Ia tidak hanya diharapkan menjalankan fungsi administratif semata, tetapi menjadi motor penggerak dan menghidupkan semangat kolektif, memperkuat loyalitas anggota, serta membangun sistem kaderisasi yang mampu melahirkan atlet-atlet menembak berprestasi dari Gorontalo.
Lebih dari sekadar jabatan, amanah ini adalah panggilan untuk membentuk fondasi yang kokoh bagi masa depan Perbakin. Di tangan dr. Irawan Huntoyungo, harapan itu menggantung tinggi, bahwa organisasi ini tidak hanya berjalan, tetapi tumbuh, berkembang, dan menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan, baik di tingkat regional maupun nasional. (Arb)








