LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Taufik Buhungo menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh elemen aktivis Provinsi Gorontalo akan mendatangi Mapolda Gorontalo untuk memberikan dukungan penuh kepada Kapolda Gorontalo atas keberhasilan menangkap dan memproses Martin Basaur.
Menurutnya, penangkapan tersebut belum cukup jika tidak dibarengi dengan pengungkapan aktor-aktor yang diduga berada di belakang Martin.
“Penangkapan Martin Basaur kami apresiasi, tetapi ini baru pintu masuk. Jangan berhenti di satu orang. Kami yakin ada aktor besar yang selama ini bermain di belakang layar,” tegas Taufik Buhungo. Kamis, (25/12/2025).
Taufik menyebut, selama ini masyarakat Gorontalo berulang kali digegerkan oleh aksi dan unggahan Martin Basaur di media sosial yang dinilainya provokatif, tendensius, dan berpotensi memecah kepercayaan publik terhadap institusi negara. Dalam berbagai unggahannya, Martin kerap menuding oknum tertentu serta mencatut nama institusi yang disebut terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di Boalemo dan Pohuwato tanpa disertai bukti hukum yang kuat.
“Apa yang dilakukan Martin bukan kritik biasa. Ini sudah mengarah pada pembentukan opini liar, menyerang institusi, dan menggiring publik seolah-olah aparat adalah pelaku utama,” kata Taufik
Ia juga menyoroti unggahan Martin Basaur di akun TikTok yang secara terang-terangan menyebut nama Yosar Ruaiba Monoarfa dalam rangkaian dugaan berbagai peristiwa di Gorontalo.
“Menyebut nama orang secara terbuka tanpa dasar hukum yang jelas adalah tindakan berbahaya. Ini bukan keberanian, tapi bisa menjadi alat pesanan,” ujarnya.
Taufik secara tegas meminta Polda Gorontalo untuk membuka informasi secara transparan kepada publik terkait siapa saja yang diduga berada di belakang Martin Basaur selama ini, termasuk kemungkinan adanya pihak yang mengarahkan, membiayai, dan memanfaatkan aksinya.
“Saya menduga kuat Martin ini tidak bergerak sendiri. Ada kepentingan, ada dana, dan ada agenda. Jangan sampai Martin hanya dijadikan tameng untuk melindungi pemain-pemain besar di sektor pertambangan ilegal,” tegasnya.
Menurutnya, dari pola aksi, narasi, hingga keberanian menyerang institusi kepolisian, sangat kecil kemungkinan semua itu dilakukan tanpa sokongan pihak tertentu.
“Ini pola lama, serang institusi, jatuhkan kepercayaan publik, lalu oknum aparat dijadikan kambing hitam. Sementara aktor sebenarnya menikmati hasil di belakang,” lanjutnya.
Taufik menegaskan bahwa dukungan terhadap Polda Gorontalo bukan tanpa alasan, melainkan demi menjaga marwah dan kehormatan institusi kepolisian di mata masyarakat.
“Kami berdiri bersama Polda Gorontalo. Demi mengembalikan marwah Polri dan menjaga kepercayaan publik, kami mendukung penuh pengungkapan tuntas siapa dalang sebenarnya di balik nama Martin Basaur,” pungkasnya. (*)








