Selasa, 19 Mei 2026
LENSA TODAY
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ragam
No Result
View All Result
LENSA TODAY
No Result
View All Result
Home Daerah

Kritik Keras Umar Karim : IPERA Jangan Jadi Alat “Memeras” Penambang Rakyat

REDAKSI by REDAKSI
in Daerah, Gorontalo
0
Kritik Keras Umar Karim : IPERA Jangan Jadi Alat “Memeras” Penambang Rakyat
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

LENSA.TODAY, –(GORONTALO)- Polemik besaran Iuran Pertambangan Rakyat (IPERA) di Provinsi Gorontalo mulai menuai sorotan tajam dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Umar Karim, mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berubah menjadi instrumen yang justru “memeras” penambang rakyat kecil.

Peringatan itu disampaikan menyusul pengajuan perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang di dalamnya mengatur besaran tarif IPERA bagi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Menurut Umar Karim, semangat utama pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sejatinya adalah memberi ruang hidup bagi masyarakat lokal yang selama ini menggantungkan ekonomi mereka dari aktivitas pertambangan tradisional. Namun ironisnya, kata dia, masyarakat penambang justru semakin terdesak setelah kawasan-kawasan tambang strategis dikuasai perusahaan besar.

“Penambang kecil sudah tersingkir dari kawasan yang mereka kelola selama ini. Jangan sampai setelah tersingkir, mereka kembali dijadikan objek sapi perah pemerintah melalui pungutan yang memberatkan,” tegas UK, sapaan akrab Umar Karim.

Ia menyoroti proyeksi pendapatan daerah dari IPERA yang disebut dapat mencapai sekitar Rp95 miliar per tahun. Menurutnya, angka tersebut patut dipertanyakan karena berpotensi melampaui filosofi dasar retribusi daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

UK menjelaskan, dalam ketentuan UU HKPD, retribusi daerah harus dihitung berdasarkan biaya jasa yang benar-benar dikeluarkan pemerintah dalam penyelenggaraan layanan, termasuk dalam penerbitan izin pertambangan rakyat.

“Kalau target pendapatan dari IPERA sampai puluhan miliar rupiah, sementara biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk menerbitkan izin tidak sebesar itu, maka ini berpotensi bertentangan dengan prinsip retribusi dalam Pasal 90 dan 91 UU HKPD,” ujarnya.

Sorotan paling keras diarahkan pada rencana penetapan iuran pengelolaan usaha sebesar 10 persen dari nilai jual emas hasil produksi pertambangan rakyat. Menurut UK, angka tersebut nyaris setara dengan royalti yang dibebankan kepada perusahaan tambang besar pemegang IUP.

“Kalau pemegang IPR harus membayar sampai 10 persen dari hasil produksi emas, lalu apa bedanya dengan perusahaan besar? Di mana keberpihakan kepada rakyat kecil?” katanya.

Ia menegaskan bahwa secara filosofis, izin pertambangan rakyat harus diperlakukan berbeda dengan izin usaha pertambangan perusahaan besar. Kata “rakyat” dalam IPR, menurutnya, bukan sekadar istilah administratif, tetapi harus menjadi dasar keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap masyarakat kecil.

“Perda IPERA harus menjadi instrumen perlindungan bagi pertambangan rakyat, bukan malah menjadi alat untuk memeras mereka dengan alasan peningkatan PAD,” tegasnya lagi.

UK juga menyinggung kondisi di sejumlah wilayah pertambangan di Gorontalo, seperti di kawasan Gunung Pani, Pohuwato, hingga beberapa titik di Bone Bolango, yang menurutnya kini semakin sulit diakses penambang lokal akibat dominasi perusahaan besar.

“Ingat, penambang rakyat sudah kehilangan banyak ruang hidupnya. Jangan sampai mereka sudah jatuh, masih tertimpa tangga pula,” pungkasnya. (*)

Previous Post

Jelang Muskab, Dukungan untuk Wahid Baruadi Terus Menguat

REDAKSI

REDAKSI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kritik Keras Umar Karim : IPERA Jangan Jadi Alat “Memeras” Penambang Rakyat
Daerah

Kritik Keras Umar Karim : IPERA Jangan Jadi Alat “Memeras” Penambang Rakyat

by REDAKSI
Mei 19, 2026
0

LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Polemik besaran Iuran Pertambangan Rakyat (IPERA) di Provinsi Gorontalo mulai menuai sorotan tajam dari kalangan...

Read more
Jelang Muskab, Dukungan untuk Wahid Baruadi Terus Menguat

Jelang Muskab, Dukungan untuk Wahid Baruadi Terus Menguat

Mei 19, 2026
Dr. Hery Firmasyah : Jangan Biarkan Opini Menghakimi, Persidangan Nadiem Makarim Harus Tetap Dijaga Objektif

Dr. Hery Firmasyah : Jangan Biarkan Opini Menghakimi, Persidangan Nadiem Makarim Harus Tetap Dijaga Objektif

Mei 18, 2026
Baru Diresmikan Presiden, Proyek KNMP Leato Selatan Ambruk Diduga Akibat Pekerjaan Asal-asalan

Baru Diresmikan Presiden, Proyek KNMP Leato Selatan Ambruk Diduga Akibat Pekerjaan Asal-asalan

Mei 18, 2026
Strategic Leadership Forum 2026, Universitas Gorontalo Satukan Visi dan Perkuat Transformasi Institusi

Strategic Leadership Forum 2026, Universitas Gorontalo Satukan Visi dan Perkuat Transformasi Institusi

Mei 18, 2026
Load More
LENSA TODAY

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Browse by Category

  • Bangka Tengah
  • Bengkalis
  • Daerah
  • DPRD Gorut
  • Edukasi
  • Gorontalo
  • Gorontalo Utara
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kabupaten Boalemo
  • Kabupaten Boalemo
  • Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
  • Kabupaten Bone Bulango
  • Kabupaten Bone Bulango
  • Kabupaten Gorontalo
  • Kabupaten Gorontalo Utara
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pasuruan
  • Kabupaten Pohuwato
  • Kampus
  • Kejaksaan Negeri Bangka Tengah
  • Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung
  • Kota Batam
  • Kota Gorontalo
  • Kota Kotamobagu
  • Kota Manado
  • Kota Palu
  • Kota Pekanbaru
  • Makassar
  • Malang
  • Nasional
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Riau
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulsel
  • Uncategorized

Recent News

Kritik Keras Umar Karim : IPERA Jangan Jadi Alat “Memeras” Penambang Rakyat

Kritik Keras Umar Karim : IPERA Jangan Jadi Alat “Memeras” Penambang Rakyat

Mei 19, 2026
Jelang Muskab, Dukungan untuk Wahid Baruadi Terus Menguat

Jelang Muskab, Dukungan untuk Wahid Baruadi Terus Menguat

Mei 19, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

© Copyright 2025 - All rights reserved | Proudly Hosted by Hestek Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ragam

© Copyright 2025 - All rights reserved | Proudly Hosted by Hestek Media

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In