LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Polda Gorontalo, dan PT Patra Niaga resmi menandatangani dokumen Fakta Integritas terkait pembentukan Satgas Terpadu Penanggulangan Kelangkaan Solar Subsidi di seluruh SPBU wilayah Gorontalo, Senin (25/5/2026).
Penandatanganan fakta integritas tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam mengatasi persoalan distribusi solar subsidi yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya para sopir kontainer, nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil.
Dalam dokumen tersebut, seluruh pihak menyatakan komitmen untuk mendukung pembentukan Satgas Terpadu yang bekerja secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab, sekaligus memberantas praktik mafia BBM, penimbunan, pengoplosan hingga penyalahgunaan distribusi solar subsidi.
Jendral Lapangan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi Gorontalo, Erlin Adam yang juga Presiden BEM Universitas Gorontalo (UG), menegaskan bahwa penandatanganan fakta integritas ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus dibuktikan dengan langkah nyata di lapangan.
Menurut Erlin, pihaknya memberikan tenggat waktu hingga 5 Juni 2026 kepada seluruh pihak terkait untuk segera membentuk Satgas Terpadu sebagaimana yang telah disepakati bersama.
“Kami tidak ingin ini hanya menjadi formalitas di atas kertas. Masyarakat sudah terlalu lama menderita akibat kelangkaan solar subsidi. Karena itu kami memberikan batas waktu sampai 5 Juni 2026 untuk pembentukan Satgas. Jika tidak direalisasikan, maka kami siap melanjutkan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Erlin Adam.
Erlin juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi solar subsidi agar tepat sasaran dan tidak lagi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ia menilai, kelangkaan solar subsidi di Gorontalo telah berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan mengganggu stabilitas sektor transportasi serta distribusi barang.
“Mahasiswa hadir untuk mengawal kepentingan rakyat. Kami ingin memastikan solar subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima, bukan dikuasai mafia BBM,” tambahnya.
Dalam poin fakta integritas tersebut juga ditegaskan bahwa seluruh pihak siap menerima sanksi moral, administratif hingga hukum apabila terbukti terlibat dalam praktik penyalahgunaan solar subsidi.
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi Gorontalo memastikan akan terus melakukan pengawasan serta turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh komitmen yang telah ditandatangani benar-benar dijalankan. (Arb)







