LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Aksi demonstrasi yang menyuarakan penolakan terhadap aktivitas tambang rakyat Desa Pilomonu, Kecamatan Mootilango mendapat sorotan dari sejumlah penambang yang berada di lokasi.
Kepada media, Abd. Wahidin menyampaikan beberapa penambang rakyat mengungkapkan adanya hal yang menurut mereka janggal. Mereka menyebut, pihak yang menjadi aktor pada aksi menyuarakan penolakan terhadap aktivitas tambang justru disebut beberapa kali terlihat mendatangi lokasi pertambangan rakyat.
Tak hanya sekadar datang, para penambang juga mengaku pernah mendengar adanya dugaan permintaan emas kepada penambang ketika pihak tersebut berada di lokasi.
“Kami heran, kalau memang menolak tambang, kenapa sering datang ke lokasi? Bahkan ada yang menyampaikan bahwa yang bersangkutan pernah meminta emas kepada penambang,” ungkap salah seorang penambang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Keterangan serupa juga disampaikan penambang lainnya. Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai alasan sebenarnya di balik sikap keras terhadap aktivitas tambang rakyat.
Para penambang mempertanyakan, apakah aksi penolakan tersebut benar-benar murni didasarkan pada persoalan lingkungan dan kepentingan masyarakat, atau terdapat kepentingan lain yang belum diketahui publik.
“Kalau memang keberatan dengan aktivitas tambang, seharusnya konsisten. Jangan sampai di depan masyarakat menolak, tetapi di lapangan justru sering datang dan berhubungan dengan penambang,” kata sumber lainnya.
Publik pun kini menunggu penjelasan dari pihak yang selama ini aktif menyuarakan penolakan terhadap tambang rakyat. Transparansi dan klarifikasi dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui persoalan sebenarnya dan tidak hanya menerima informasi dari satu sisi.
Sebab, jika benar ada perbedaan antara sikap yang disampaikan di depan publik dengan aktivitas di lapangan, tentu wajar apabila masyarakat mempertanyakan: sebenarnya apa yang sedang diperjuangkan? (***)







