LENSA.TODAY, -(BANGKA TENGAH)- Tekad kuat untuk menghadirkan institusi penegak hukum yang bersih dan melayani ditegaskan oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah. Di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Dr. Abvianto Syaifulloh, seluruh jajaran berkomitmen penuh mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026.
Dalam keterangannya, Dr. Abvianto menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar agenda administratif, melainkan sebuah perjuangan moral yang menyangkut marwah institusi dan kepercayaan masyarakat.

“WBK dan WBBM bukan hanya tentang penghargaan atau predikat. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap pelayanan hukum yang diberikan benar-benar bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, reformasi yang tengah dijalankan menyentuh seluruh aspek organisasi. Mulai dari pembenahan sistem pelayanan publik, penguatan pengawasan internal, peningkatan akuntabilitas kinerja, hingga pembentukan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.
Seruan “KOBATIN BISA!!!” yang digaungkan di lingkungan internal bukanlah sekadar slogan penyemangat. Menurutnya, itu adalah simbol kebersamaan dan keyakinan bahwa perubahan hanya dapat terwujud melalui kerja kolektif dan konsistensi seluruh pegawai.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pegawai memiliki kesadaran yang sama, bahwa integritas adalah harga mati. Tidak boleh ada ruang bagi praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik,” ujarnya dengan penuh penekanan.
Dr. Abvianto juga menekankan pentingnya nilai-nilai BerAKHLAK sebagai fondasi dalam menjalankan tugas. Ia meyakini bahwa perubahan besar tidak hanya lahir dari sistem yang baik, tetapi juga dari karakter aparatur yang kuat, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan.
Perjalanan menuju WBK dan WBBM 2026, lanjutnya, memang bukan jalan yang singkat. Evaluasi, perbaikan berkelanjutan, serta keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian dari proses yang terus dijalankan. Namun ia optimistis, dengan komitmen yang terjaga dan sinergi seluruh jajaran, target tersebut dapat dicapai.
“Kami ingin masyarakat Bangka Tengah benar-benar merasakan perubahan. Pelayanan yang cepat, jelas, dan tanpa pungutan liar. Itu yang sedang kami bangun,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa capaian WBK dan WBBM nantinya bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga integritas secara berkelanjutan. Dengan tekad yang bulat dan langkah yang semakin terarah, Kejari Bangka Tengah kini menapaki fase penting dalam reformasi birokrasi.
“Tahun 2026 menjadi simbol komitmen, namun yang lebih utama adalah perubahan nyata yang dirasakan masyarakat bahwa hukum ditegakkan dengan bersih, pelayanan diberikan dengan hati, dan integritas menjadi pondasi yang tak tergoyahkan,” pungkas Dr. Abvianto Syaifulloh, SH.,MH. (Arb)









