LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Di tengah padatnya dinamika politik dan tanggung jawab sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo, Iskandar Mangopa membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Politisi yang telah mengukir sejarah dengan empat periode pengabdian sebagai anggota DPRD Kabupaten Gorontalo itu kini sukses menorehkan prestasi akademik dengan meraih gelar Magister Ilmu Manajemen di Universitas Gorontalo.
Momentum bersejarah itu terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026, ketika Iskandar Mangopa menjalani ujian tesis di hadapan para akademisi terkemuka kampus yang dikenal sebagai “Kampus Perjuangan” tersebut. Dengan penuh keyakinan dan penguasaan materi yang matang, ia memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Optimalisasi Kompetensi Pegawai Melalui Penguatan Budaya Organisasi pada Sekretariat DPRD Kabupaten Gorontalo.”

Suasana ruang ujian terasa begitu khidmat. Satu demi satu pertanyaan kritis dilontarkan oleh para penguji. Namun, pengalaman panjang dalam dunia pemerintahan dan politik berpadu dengan kedalaman kajian ilmiah yang dimilikinya, membuat Iskandar mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan argumentasi yang kuat dan sistematis.
Tim penguji yang terdiri dari Dr. Robby Hunawa, Dr. Afan Suyanto, Dr. Yakop, dan Dr. Rolly Paramata akhirnya memberikan penilaian yang membanggakan.
Hasilnya, Iskandar Mangopa dinyatakan lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan (Nilai A).
Raihan tersebut bukan sekadar tambahan gelar akademik di belakang namanya. Lebih dari itu, keberhasilan ini menjadi simbol perjuangan, ketekunan, dan komitmen seorang pemimpin daerah dalam meningkatkan kapasitas intelektual demi memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.
Bagi banyak orang, menjalankan tugas sebagai politisi aktif saja sudah menjadi tantangan besar. Namun bagi Iskandar Mangopa, pengabdian kepada masyarakat harus dibarengi dengan peningkatan kualitas diri. Di tengah kesibukan menghadiri rapat, menyerap aspirasi rakyat, mengawal kebijakan daerah, hingga memimpin partai politik, ia tetap menyisihkan waktu untuk menuntaskan studi hingga jenjang magister.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu berbicara dan mengambil keputusan, tetapi juga harus memiliki basis keilmuan yang kuat agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
Hari itu, tepuk tangan yang mengiringi berakhirnya ujian tesis bukan hanya bentuk apresiasi atas keberhasilan akademik semata. Tepuk tangan itu menjadi penghormatan atas perjalanan panjang seorang putra daerah yang tak pernah berhenti belajar, meski telah berada di puncak karier politiknya.
Dari ruang sidang DPRD hingga ruang sidang akademik, Iskandar Mangopa telah menunjukkan bahwa perjuangan sejati bukan hanya tentang memenangkan kontestasi politik, tetapi juga tentang menaklukkan tantangan intelektual demi pengabdian yang lebih bermakna bagi daerah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Sebuah capaian yang layak dicatat sebagai inspirasi bagi generasi muda bahwa pendidikan dan pengabdian adalah dua jalan yang dapat berjalan beriringan menuju kesuksesan. (Arb)







