LENSA.TODAY, -(KABGOR)- Warga Desa Lamu, Kecamatan Batuda’a Pantai, Kabupaten Gorontalo, dikejutkan dengan merebaknya kasus malaria. Sebanyak 11 warga dilaporkan positif malaria, sementara satu warga berinisial KT meninggal dunia setelah tidak berhasil diselamatkan.
Tokoh pemuda asal Desa Lamu, Tutun Suaib, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kasus malaria kali ini merupakan salah satu kejadian terburuk yang pernah terjadi di Desa Lamu.
Tutun menyebut Desa Lamu kini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria. Ia meminta penanganan dilakukan secara cepat, terutama melalui pemeriksaan darah terhadap warga yang berisiko, pengobatan bagi pasien, penyemprotan lingkungan serta penyediaan kelambu.
“Serangan malaria ini paling besar. Ini pertama kali terjadi dalam sejarah Desa Lamu dan kondisinya cukup mengkhawatirkan,” ujar Tutun.
Tutun juga menyampaikan dugaan adanya kaitan antara kasus malaria dengan warga Desa Lamu yang bekerja sebagai penambang emas di luar daerah.
Menurutnya, terdapat warga yang kembali ke Desa Lamu dalam kondisi sakit setelah bekerja di kawasan pertambangan yang juga dilaporkan memiliki kasus malaria.
Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan penelusuran epidemiologis oleh instansi kesehatan yang berwenang.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat Desa Lamu dan sekitarnya diimbau meningkatkan kewaspadaan. Warga dianjurkan menggunakan kelambu saat tidur, memakai obat antinyamuk atau repelan, mengenakan pakaian yang menutupi tubuh saat beraktivitas pada malam hari, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Warga yang mengalami demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala, lemas atau gejala lain yang dicurigai sebagai malaria diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Masyarakat juga diimbau mengikuti pemeriksaan darah yang dilakukan petugas kesehatan meskipun belum mengalami gejala, sebagai langkah deteksi dini.
Tutun berharap kasus tersebut segera ditangani sehingga tidak kembali menimbulkan korban jiwa dan penyebaran malaria di Desa Lamu dapat dikendalikan. (*)







