LENSA.TODAY., (GORUT) – Festival Dionumo mendapat perhatian positif dari Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Hendra Nurdin. Ia menilai kegiatan yang digelar di kawasan wisata Pulau Dionumo tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
Festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu tahun pemerintahan Bercahaya yang dipimpin Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu bersama Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf.
Menurut Hendra, penyelenggaraan festival di destinasi wisata seperti Pulau Dionumo memberikan dampak yang lebih luas dibanding sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Kehadiran wisatawan dan pengunjung dapat menciptakan perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil yang berada di sekitar kawasan kegiatan.
Ia menyebut sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi kreatif dan usaha masyarakat. Karena itu, kegiatan promosi wisata yang dikemas melalui festival dinilai perlu terus dikembangkan dengan konsep yang menarik dan berkelanjutan.
“Festival Dionumo bukan hanya tentang pertunjukan dan hiburan. Ada potensi ekonomi yang bisa tumbuh ketika masyarakat lokal ikut terlibat dalam kegiatan seperti ini,” kata Hendra.
Ia juga menyoroti keberagaman agenda yang ditampilkan selama Festival Dionumo. Menurutnya, perpaduan antara promosi destinasi, seni budaya dan kegiatan sosial dapat menjadi kekuatan untuk membangun karakter festival sekaligus memperkenalkan identitas Gorontalo Utara.
Hendra menilai keberadaan Pulau Dionumo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan juga menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap destinasi wisata yang dimiliki daerah tersebut. Promosi secara konsisten dinilai penting agar potensi wisata tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi mampu menjangkau wisatawan dari luar daerah.
Di sisi lain, ia melihat peringatan satu tahun pemerintahan Bercahaya dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat program pembangunan yang telah berjalan. Pengembangan sektor pariwisata, menurutnya, dapat menjadi salah satu bagian dari strategi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kalau dikelola secara serius dan melibatkan masyarakat, sektor pariwisata bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Festival seperti ini harus terus diperbaiki dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Hendra berharap Festival Dionumo tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dikembangkan menjadi agenda wisata yang memiliki konsep dan kalender pelaksanaan yang jelas.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku UMKM, komunitas kreatif dan berbagai pihak terkait agar festival tersebut semakin menarik dan memberikan manfaat yang lebih besar.
“Potensi wisata Gorontalo Utara sangat banyak. Tinggal bagaimana kita mengemas, mempromosikan dan mengelolanya secara konsisten sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Hendra. ~A2








