LENSA.TODAY -(JAKARTA)- Ada perjalanan karier yang tidak dibangun dalam semalam. Ia lahir dari panjangnya pengabdian, ditempa oleh berbagai penugasan, dan pada akhirnya bermuara pada sebuah kepercayaan yang jauh lebih besar.
Perjalanan itu kini sampai pada babak baru bagi Dr. Abvianto Syaifulloh, S.H., M.H.
Jaksa yang pernah mengabdikan diri di Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo tersebut resmi menempati posisi strategis di lingkungan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.
Dalam sebuah momentum pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Jakarta, Dr. Abvianto dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Subdirektorat Penyidikan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung.
Sebuah jabatan yang bukan sekadar tentang pangkat dan kedudukan.
Di balik jabatan tersebut terdapat tanggung jawab besar yakni mengawal proses penyidikan perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang memiliki dimensi strategis, kompleks, dan menyentuh kepentingan negara.
Kini, panggung pengabdiannya berubah.
Jika sebelumnya ia berhadapan dengan dinamika penegakan hukum di daerah, maka di Jakarta tantangannya berada pada level yang jauh lebih luas.
Perkara yang ditangani dapat bersinggungan dengan kepentingan ekonomi nasional, aset negara, korporasi, pejabat publik hingga jejaring kejahatan keuangan yang semakin kompleks.
Di sinilah pengalaman seorang jaksa benar-benar diuji.
Dr. Abvianto bukan datang ke posisi tersebut dengan tangan kosong.
Jejak pengabdiannya di daerah telah menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membentuk kapasitasnya sebagai aparat penegak hukum. Setelah menjalankan tugas di Gorontalo, perjalanan kariernya berlanjut di wilayah Bangka Belitung dan kemudian membawanya kembali ke panggung yang lebih tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung.
Bagi Gorontalo, nama Dr. Abvianto tentu memiliki cerita tersendiri.
Ia pernah menjadi bagian dari penegakan hukum di Kabupaten Gorontalo. Dari daerah itulah salah satu fase penting perjalanan kariernya terukir.
Kini, sosok yang pernah berdiri di garis depan penegakan hukum di daerah tersebut justru dipercaya berada di salah satu ruang strategis pemberantasan korupsi tingkat nasional.
Dari daerah menuju pusat. Dari menangani perkara di wilayah menuju ruang penyidikan dengan cakupan yang jauh lebih luas.
Sebuah perjalanan yang layak dicatat.
Namun semakin tinggi sebuah jabatan, semakin besar pula tanggung jawab yang menyertainya.
Jabatan baru Dr. Abvianto akan menuntut ketajaman membaca perkara, kecermatan mengurai alat bukti, keberanian mengambil keputusan serta integritas dalam menghadapi berbagai kepentingan yang mungkin muncul di balik sebuah perkara.
Sebab pemberantasan korupsi tidak pernah sekadar berbicara tentang angka kerugian negara.
Di balik setiap perkara terdapat kepentingan masyarakat.
Ada uang rakyat yang harus diselamatkan. Ada aset negara yang harus dipulihkan. Ada kepercayaan publik yang harus dijaga.
Dan ada pesan besar bahwa hukum harus tetap berdiri di atas kepentingan apa pun.
Karena itu, ketika Dr. Abvianto kini dipercaya menduduki posisi strategis tersebut, publik tentu berharap pengalaman panjang yang telah dilaluinya dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan penegakan hukum yang tegas, profesional, objektif dan berintegritas.
Momentum pelantikan itu pun seakan menjadi simbol sebuah perjalanan.
Gorontalo menjadi bagian dari sejarah pengabdiannya. Bangka Belitung menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Dan kini Jakarta menjadi panggung baru untuk membuktikan kapasitasnya.
Dari daerah, ia melangkah ke pusat.
Dari ruang penegakan hukum daerah, ia kini dipercaya memasuki salah satu jantung penyidikan perkara tindak pidana khusus di Kejaksaan Agung.
Tentu, promosi jabatan bukanlah garis akhir.
Justru sebaliknya.
Ini adalah awal dari ujian yang lebih besar.
Karena di balik seragam dan jabatan yang melekat, terdapat sumpah yang harus dipertanggungjawabkan.
Di balik meja kerja seorang pejabat penyidikan, terdapat perkara-perkara yang menyangkut nasib negara dan kepentingan masyarakat.
Dan di balik setiap keputusan, publik akan menunggu satu hal yang paling penting:
sejauh mana kepercayaan itu mampu dijawab dengan kerja nyata.
Kini, Dr. Abvianto Syaifulloh, S.H., M.H. telah melangkah ke panggung baru.
Membawa pengalaman dari daerah, membawa rekam perjalanan pengabdian, dan membawa amanah yang jauh lebih berat.
Selamat mengemban amanah baru.
Dari Gorontalo menuju Jakarta. Dari daerah menuju pusat. Dari perjalanan panjang menuju tanggung jawab yang lebih besar.
Babak baru pengabdian Dr. Abvianto Syaifulloh di jantung pemberantasan korupsi Kejaksaan Agung, resmi dimulai.
Oleh : Andre Bone, S.IP









